
Foto: Disbun Kaltimprov
Jakarta, 6 November 2025 — Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) menyampaikan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal H.M. Soeharto, atas jasa dan kontribusinya yang luar biasa dalam membangun sektor perkebunan rakyat, khususnya petani karet Indonesia.
Ketua Umum APKARINDO, Irfan Ahmad, menegaskan bahwa Presiden Soeharto telah meletakkan fondasi kuat bagi kemajuan ekonomi rakyat berbasis perkebunan.
“Di era Soeharto, sektor karet rakyat tumbuh pesat dan menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional. Indonesia saat itu tercatat sebagai salah satu produsen karet alam terbesar dunia — dan hingga kini tetap berada di peringkat kedua global setelah Thailand. Lebih dari 80 persen produksi nasional berasal dari petani rakyat,” ujarnya di Jakarta.
Menurut Irfan, keberhasilan itu bukan kebetulan, tetapi hasil dari kebijakan jangka panjang yang berpihak kepada rakyat. Program strategis seperti Peremajaan Perkebunan Rakyat (PRPTE) dan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) berhasil mengubah wajah ekonomi pedesaan.
Irfan menambahkan, jutaan keluarga petani memperoleh akses terhadap bibit unggul, teknologi sadap hemat, pembangunan jalan produksi, hingga jaringan pemasaran hasil karet.
“Banyak daerah seperti Jambi, Musi Banyuasin, dan Kalimantan Barat berkembang berkat kebijakan Soeharto yang berpihak pada petani,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal APKARINDO, Adi Purnama, menilai bahwa penghargaan Pahlawan Nasional untuk Soeharto bukan sekadar bentuk pengakuan politik, tetapi penghormatan terhadap warisan pembangunan ekonomi rakyat.
“Pada masa pemerintahannya, karet menjadi komoditas strategis nonmigas yang menopang devisa negara. Sampai kini, sektor ini masih menghidupi lebih dari 2,5 juta keluarga petani dan menyumbang sekitar 3 juta ton produksi karet alam per tahun,” jelas Adi, merujuk pada data BPS 2022 dan International Rubber Study Group (IRSG).
Sementara itu, Ketua Harian APKARINDO, Arif Susanto, menegaskan bahwa kebijakan Orde Baru meninggalkan warisan nyata berupa infrastruktur, riset, dan kelembagaan petani yang masih dirasakan hingga kini.
“Bibit unggul seperti PB 260 dan GT 1, Balai Penelitian Sembawa, serta pola kemitraan inti-plasma — semua itu lahir di masa Soeharto dan menjadi tulang punggung perkebunan rakyat Indonesia,” ungkap Arif.
Menurut APKARINDO, langkah Presiden Prabowo untuk mempertimbangkan penganugrahan gelar Pahlawan Nasional bagi Jenderal Soeharto merupakan keputusan bersejarah dan sejalan dengan semangat keadilan sejarah.
“Presiden Soeharto adalah Bapak Pembangunan Karet Rakyat Indonesia. Ia membuka jalan bagi jutaan petani untuk hidup layak, bekerja bermartabat, dan berkontribusi bagi bangsa,” tegas Irfan.
Ia menutup dengan komitmen kuat bahwa APKARINDO akan terus berkolaborasi dengan pemerintah untukk memperkuat sektor karet rakyat nasional.
APKARINDO siap berdiri teguh bersama Presiden Prabowo dalam menegakkan pengakuan negara atas jasa besar tersebut,” pungkasnya.
arf/
