
Foto : APKARINDO
Pontianak, Kalimantan Barat — Dewan Pengurus Wilayah APKARINDO Kalimantan Barat (DPW APKARINDO KALBAR) menggelar audiensi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas karet dan tanaman pangan. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat dan dihadiri oleh jajaran pengurus APKARINDO Kalbar serta pimpinan dan pejabat teknis Dinas TPH Kalbar. (4/12/25)
Audiensi ini dihadiri oleh Saiful Bahri, Ketua DPW APKARINDO KALBAR, didampingi Ach. Sukron, S.P. selaku Sekretaris, beserta jajaran pimpinan. Sementara dari pihak Dinas TPH Kalimantan Barat, audiensi diterima langsung oleh Ir. Florentinus Anum, M.Si. selaku Kepala Dinas, bersama jajaran pimpinan dinas.
Karet Perlu Dipertahankan sebagai Komoditas Unggulan Daerah
Dalam diskusi tersebut, APKARINDO Kalimantan Barat menegaskan pentingnya mempertahankan karet sebagai komoditas strategis dan unggulan daerah. Saiful Bahri menyampaikan bahwa karet tidak hanya bernilai ekonomi bagi petani, tetapi juga memiliki fungsi ekologis dan peran penting dalam keberlanjutan lingkungan.
APKARINDO mengimbau agar petani tidak tergesa-gesa mengonversi kebun karet menjadi sawit, mengingat karet masih memiliki prospek pasar yang baik apabila dikelola secara berkelanjutan, didukung peremajaan tanaman, serta peningkatan kualitas produksi. Dengan tata kelola yang tepat, karet dinilai tetap mampu menjadi penopang ekonomi petani di Kalimantan Barat.
Mekanisme Pengajuan Bantuan Bibit Harus Melalui Kelompok Tani
Dalam kesempatan tersebut, pihak Dinas TPH Kalimantan Barat menjelaskan bahwa pengajuan bantuan bibit pertanian tidak dapat dilakukan secara perorangan maupun oleh organisasi, termasuk APKARINDO. Pengajuan bantuan wajib dilakukan melalui kelompok tani atau gabungan kelompok tani (Gapoktan) agar memenuhi persyaratan administrasi dan teknis yang ditetapkan pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, APKARINDO menegaskan posisinya sebagai jembatan antara petani dan pemerintah, dengan peran mendorong pembentukan, penguatan, serta pendampingan kelompok tani agar dapat mengakses berbagai program bantuan secara legal dan terstruktur.
Syarat Lahan untuk Pengembangan Jagung
Selain membahas karet, audiensi juga menyinggung pengembangan tanaman pangan, khususnya jagung. Dinas TPH Kalimantan Barat menekankan bahwa penanaman jagung memerlukan kondisi lahan yang spesifik agar produktivitas optimal.
Lahan yang digunakan tidak disarankan berada di area rendah yang rawan genangan atau banjir, karena kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen. Informasi ini menjadi penting bagi petani agar program pengembangan jagung dapat berjalan efektif dan tidak menimbulkan kerugian di tingkat lapangan.
Memperkuat Sinergi Petani dan Pemerintah Daerah
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya APKARINDO Kalimantan Barat untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Melalui dialog terbuka ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama mengenai kebijakan, kebutuhan teknis, serta tantangan yang dihadapi petani di lapangan.
APKARINDO Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam penguatan komoditas karet, pengembangan tanaman pangan, serta peningkatan kesejahteraan petani di Kalimantan Barat.
asn/
